tum hi ho

Senin, 30 Oktober 2017

cerita shakti arora

Memang tak terasa sudah satu bulan lebih aktor tampan Shakti Arora berada di Jakarta. Bintang serial India berjudul Ranveer dan Ishani tersebut, saat ini memang tengah melakoni aktivitas syuting sinetron terbaru berjudul Cinta di Pangkuan Himalaya yang tayang sejak 8 Mei, 2017 lalu.
Dan lagi, dalam sinetron yang tayang di ANTV ini Shakti dipasangkan dengan Radhika Madan, yang tak lain adalah pasangan mainnya saat di serial Ranveer dan Ishani. Dalam project terbarunya ini, Shakti membawakan karakter sebagai Sakti.
 Tokoh Sakti diceritakan seorang pria yang menjalani bisnis dari keluarganya. Dan suatu ketika, dirinya bertemu dengan seorang gadis asal Nepal bernama Sarah. Pertemuan mereka berujung dengan kisah cinta. Namun kisah cinta mereka tak semulus yang dibayangkan.

“Sebenarnya, tadinya ada nama lain.Tapi sayangnya, nama ini sudah sering kali digunakan dalam beberapa pertunjukan dan identik dengan seseorang. Jadi kami berusaha mencari alternatif lain. Lalu saya ada ide, mengapa tidak memakai nama saya saja?” ucap Shakti Arora.
Pria tampan yang baru saja berulang tahun pada tanggal 16 Mei yang lalu inipun merasa sangat senang, pasalnya tim produksi setuju memilih untuk menggunakan namanya untuk karakter dalam Cinta di Pangkuan Himalaya.
Rupanya ini menjadi pengalaman pertama Shakti namanya di gunakan dalam serial. Pasalnya hingga kini banyak orang yang memanggil dengan sapaan Ranveer.
“Ini adalah serial pertama di mana saya menggunakan nama saya sendiri. Sampai hari ini orang masih memanggilku Ranveer, nama karakterku di serial sebelumnya. Saya harap, setelah serial ini mereka akan memanggilku Sakti. Ini menyenangkan dan meguntungkan,” Pungkasnya.
Sementara Shakti Arora dijadwalkan berada di Jakarta hingga dua bulan ke depan. Namun jika sinetronnya mendapat rating tinggi, ada kemungkinan dirinya akan memperpanjang kontrak.

materi bollyhood indonesia

Bollywood (bahasa Hindi: बॉलीवुड, bahasa Urdu: بالیوڈ) adalah nama tidak resmi untuk industri film India populer berbahasa Hindi yang berbasis di Mumbai. Istilah "Bollywood" kadang-kadang dipakai secara salah merujuk pada seluruh film India, yang sebenarnya memiliki banyak pusat industri film, misalnya film berbahasa Tamil berbasis di Kodambakkam, di kawasan Chennai yang terkenal dengan julukan "Kollywood", film berbahasa Telugu berbasis di Hyderabad, dijuluki "Tollywood".
Nama "Bollywood" berasal dari gabungan Bombay (nama lama untuk Mumbai) dan Hollywood.[1] Bollywood adalah produsen film terbesar di India sekaligus salah satu produsen film terbesar di dunia.[2][3][4]
Film-film Bollywood secara resmi disebut sinema Hindi.[5] Meskipun demikian, film Bollywood juga dibuat dengan berbahasa Urdu. Ada pula film-film yang memasukkan percakapan dan lagu-lagu dalam bahasa Inggris India. Bukan hal yang aneh bila menonton film India yang berisi dialog bercampur kata-kata bahasa Inggris, atau bahkan kalimat berbahasa Inggris.[6]
 
Film Raja Harishchandra (1913) karya Dadasaheb Phalke adalah film bisu layar lebar pertama produksi India. Pada tahun 1930-an, industri film di India menghasilkan lebih dari 200 judul film per tahun.[11] Film bersuara produksi India yang pertama, Alam Ara (1931) karya Ardeshir Irani sukses sebagai film laris. India memiliki pasar yang luas untuk film bersuara dan film musikal, sehingga Bollywood dan industri film regional di India beramai-ramai mulai memproduksi film bersuara.
India berada dalam kekacauan sepanjang tahun 1930-an dan 1940-an, termasuk akibat Depresi Besar, Perang Dunia II, dan Gerakan Kemerdekaan India, dan pemisahan India. Sebagian besar film Bollywood diproduksi sebagai bentuk eskapisme, sekadar melarikan diri dari kenyataan. Namun ada pula sejumlah pembuat film yang mengangkat masalah-masalah sosial, atau menggunakan perjuangan kemerdekaan India sebagai latar belakang film[11]
Setelah sukses besar dengan Alam Ara, Ardeshir Irani membuat Kisan Kanya yang merupakan film berwarna pertama dalam bahasa Hindi. Tahun berikutnya, Irani membuat satu lagi film berwarna berjudul Mother India. Meskipun demikian, film berwarna belum menjadi populer hingga akhir tahun 1950-an. Melodrama dan film musikal yang romantis sudah mendominasi sejak awal sejarah film India

Kamis, 19 Oktober 2017

pantun

Buah mengkudu
dibungkus pelastik
semua juga tahu
kalau aku cantik

puisi

 India oh India
Taj Mahalmu buat hatiku terpesona
Kelucuan pendudukmu buatku tertawa
Betapa indah dan uniknya kau dimataku

Sejak pertama kali kukenal dan lihat keindahan dirimu
Hati dan tatapanku tak dapat berkedip dan terkagumi

Kukira kau adalah negara yang sangat kumuh dan penuh kejahatan
Namun,dibalik itu ada hal yang buatku jatuh cinta

Entahlah....

Tapi dengan itu 
menjadi semangat dan motivasiku untuk rajin belajar 

profil shakti arora






Nama lengkap : Shakti Arora 

Nama panggilan : Shakti 
Tempat lahir: Mumbai, India Tanggal lahir: 16 Mei 1986
Tinggi badan: 180 cm 
Akun Instagram: @shaktiarora
Akun Twitter: @shaktiarora Shakti Arora adalah seorang aktor tampan serial televisi India. 



Nama Shakti Arora mulai terkenal saat ia berperan sebagai Jigar di serial 'Baa Bahoo Aur Bayi' dan 'Dr. Onir Dutt di Pavitra Rishta'. Selain itu Shakti Arora juga berperan sebagai Taposh di serial 'Tere Liye' dan saat ini ia memainkan peran tokoh  Ranveer Kailash Vaghela (RV) di serial terkenal 'Ranveer dan Ishina' atau 'Meri Aashiqui Tumse Hi' dan beradu akting dengan Radhika Madan yang berperan sebagai Ishani Parekh. Shakti Arora juga merupakan cucu dari aktor senior India terkenal, Chandrashekhar yang telah membintangi sebanyak 112 judul film sejak tahun 1954. Tak heran jika bakat seni dan akting juga menurun pada Shakti Arora. Shakti juga diketahui belajar bahasa Hindi dan Urdu dari sang kakek. Mau tahu siapa nama pacar atau kekasih Shakti Arora? Dia adalah aktris cantik Neha Saxena. Kabarnya juga mereka akan segera menikah karena sudah sama-sama merasa cocok satu sama lain. Ingin lihat akting Shakti Arora yang memukau sebagai Ranveer di serial India 'Ranveer dan Ishani'? Saksikan saja setiap hari hanya di SCTV.


Ae Dil Hai Mushkil "shakti Arora"